26.4 C
Jakarta
Monday, September 27, 2021
- Advertisement -

Hasil Bermain di tengah Pandemi melalui “Bocah”, Single Perkenalan dari The Bucketlost

- Advertisement -

Pandemi yang mungkin sudah lebih dari satu tahun menemani kita semua tentunya banyak sekali memberikan batasan yang menyebalkan. Mulai dari batasan bepergian, batasan keramaian, dan batasan kegiatan-kegiatan lain yang berresiko penularan. Sebagai imbasnya, kegiatan vital seperti persekolahan dan beberapa pekerjaan pun dipindahkan ke rumah. Namun demikian, kondisi stay at home ini ternyata membawa angin segar untuk The Bucketlost menggarap karya perdananya sebagai unit kegiatan musik baru di tengah pandemi. Ranantha, gitaris dari Haze dan Mayonaise, diajak oleh Gendat, bassis Locwag yang kini tengah hiatus panjang, untuk berkolaborasi membuat garapan musik renyah dan santai guna menghabiskan waktu akhir pekan selepas bekerja.

Tertolong oleh kedekatan lokasi tempat tinggal di daerah Bandung Utara, juga pertemanan yang terjalin cukup lama telah membuat dua orang pegiat ini terdorong untuk memainkan musik bersama dan membuat karya baru di bawah nama The Bucketlost. Single perkenalan yang berjudul Bocah diputuskan untuk dilepas ke muka publik yang kini dapat diakses di platform-platform musik kesayangan khalayak, Spotify, apple music, dan yang lainnya.

Single Bocah sendiri, secara garis besar menceritakan tentang romantisme masa kecil yang dipenuhi oleh permainan dan mimpi-mimpi, “waktu kecil sepertinya kita lebih terbebas dari insecurity-insecurity masa depan hehe”, tambah Ranantha. Mengutip Gendat yang menulis komposisi lagu dan lirik Bocah, ia mengungkapkan, “Melihat kondisi pekerjaan dan ekonomi yang tidak menentu ketika pandemi sempat membuat saya bertanya-tanya apa masih ada waktu untuk mimpi mimpi masa kecil yang belum pernah diwujudkan?”. Keresahan itu seakan disindir oleh girangnya sebagian anak-anak yang bermain bersama teman-temannya, yang tampaknya tanpa mengkhawatirkan apa esok masih ada waktu atau tidak. Mereka tetap bermain dan tertawa menikmati waktu sebagai mana adanya.

Membawa referensi dari rilisan-rilisan rock alternatif dekade 90-an, The Bucketlost berharap membawa warna musik rock alternatif Indonesia. Atau setidaknya, ini adalah bentuk memorabilia dan apresiasi karya karya serupa yang telah ada lebih dulu. Bermodalkan alat-alat yang ada dari rumah, The Bucketlost menggarap dan memproduksi single ini dengan memaksimalkan  metode do it yourself. “Ketika terbatas ruang dan keadaan, musik rock akan tetap menemukan jalannya, meskipun jalan yang ditempuh adalah jalan alternatif, hehehe”, pungkas Gendat.

- Advertisement -
Musicoloidhttps://news.musicoloid.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -