26 C
Jakarta
Monday, September 27, 2021
- Advertisement -

Kata Kita Nostalgia Sebatas Roman Picisan, Lewat ‘Rajabasa’ Kitakata Bercerita Sebaliknya

- Advertisement -

Kitakata adalah duo singer-songwriter dari kakak beradik Alduri Asfirna dan Almas Asfirza, yang terbentuk awal tahun 2021 di Cinere, Tangerang Selatan. Kitakata sendiri ber-genre pop/folk dan memiliki ciri khas lirik yang bersifat storytelling. Kakak beradik ini sebenarnya sudah bermusik dengan band mereka masing-masing, tapi belum pernah berkolaborasi bersama. Kolaborasi terjauh yang pernah mereka buat adalah sebatas membuat lagu yang diunggah ke Soundcloud dan dinyanyikan di acara 17-an komplek.

Tentang Single Rajabasa

Dipicu oleh ketidakpastian masa depan di tengah krisis seperempat abad yang sedang mereka alami, duo ini terlempar ke penggalan-penggalan memori di masa lalu dan melahirkan sebuah single bertajuk “Rajabasa” yang akan rilis pada 18 Juni 2021. Mengangkat tema pencarian identitas dan nostalgia masakecil, “Rajabasa” akan membawa kalian yang lahir di tahun 90-an untuk bervakansi ke masa lalu. Rajabasa sendiri diambil dari sebuah terminal di Bandar Lampung, sebuah kota yang letaknya tidak jauh dari Jakarta namun sangat berbeda dalam berbagai hal. “Kita menulis lagu tentang (terminal) Rajabasa karena tempat tersebut merupakan salah satu bagian dari masa kecil kita di Bandar Lampung. Tiap pergi dan pulang sekolah pasti kita melewati terminal tersebut” ujar Almas. Kita sebagai millenials memang identik dengan refleksi dan aktualisasi diri, namun lucunya kita sulit untuk merasa cukup. Selalu mencari sesuatu yang baru tapi tidak benar-benar tahu apa yang dicari. Selalu ingin memberikan yang lebih tapi lupa untuk apa dan siapa.

Di lagu ini, Kitakata ingin bercerita bahwa berkeluh kesah adalah hal yang wajar, himbauan untuk selalu bersikap positif dalam segala hal terkadang malah terasa jauh dan muluk-muluk. Istirahat sejenak dan mengingat keindahan masa lalu tidak ada salahnya. Bahkan, nostalgia terkadang menjadi pengingat untuk kita yang dewasa ini lebih sering merasa sok tahu tentang segala hal. Semoga lagu ini dapat membawa kalian ke masa-masa yang indah dan apa adanya. Menghadirkan perasaan dicintai dan tidak sendiri. Ketika kalian sudah siap, kalian bisa kembali beraktivitas dengan mood yang lebih baik.

Proses pembuatan lagu ini dibantu oleh beberapa teman kami yang juga musisi dari band-band sebelah. Fazrin Mustakin dari Skastra, Roland Sadira dan Osha Prima dari Morche, serta Erwin Suroso dari Murder Mystery Theater. Recording, mixing dan mastering dilakukan di Studio Haji Jian.

- Advertisement -
Musicoloidhttps://news.musicoloid.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -