32.2 C
Jakarta
Sunday, June 13, 2021

KIETA, Karya Baru Noyushimi Bernuansa Japanese Rock

- Advertisement -

Setelah merilis lagu perdana “Hard to Say” pada Desember 2020 silam, band asal Magelang Noyushimi, merilis single kedua berjudul “Kieta”. Pengaruh musik rock Jepang sangat terasa pada karya band dengan formasi Fandi (vokal), Husain (gitar), Hezo (Bass), serta Dani (Drum) tersebut.

Mengapa Japanese Rock? Band yang terbentuk pada 17 Desember 2012 ini sejak awal berkiblat ke band grunge Jepang, The Backhorn. Sejak 2016, Noyushimi sering berpetualang ke luar kota Magelang dengan mengkaver lagu-lagu dari musisi negeri Sakura. Itu sebabnya, aroma rock Jepang kental terelaborasi dalam dua karya lagu Noyushimi.

Selain meramu unsur Japanese Rock dalam konsep musikalnya, lirik lagu berbahasa Jepang memperkuat nuansa musikal yang dibawakan. Setelah seminggu eksekusi proses produksi di Amejingle (Jogja), Kieta resmi dirilis pada 24 Maret 2021 ke sejumlah platform.

Vokalis Noyushimi Band, Taufik Fandi, menjelaskan dalam bahasa Jepang Kieta artinya menghilang. Merujuk pada maksud ketakutan di dalam pikiran seorang insan manusia yang menghilang.

Awalnya lagu ini akan diberi judul Yume yang artinya mimpi. Akan tetapi kata itu dirasa inti maksudnya kurang sepadan. Sehingga semua anggota bersepakat menggunakan kata Kieta sebagai judul lagu kedua.

“Lirik lagu Kieta mengisahkan tentang penerimaan. Perdamaian yang dibutuhkan oleh seseorang itu sudah muncul dengan sendirinya di pikirannya. Akhirnya dia menyatukan berbagai petunjuk dalam kehidupannya dan menerima apapun yang akan terjadi,” terangnya.

Single Kieta memiliki keterkaitan dengan lagu perdana Noyushimi yang berjudul “Hard to Say”. Mengisahkan tentang seseorang yang di pikiran pribadinya berkecamuk tentang semestinya kehidupannya seperti apa. Ada tanda tanya besar dalam dirinya tentang makna kehidupan.

“Pencarian di sini bukan secara fisik tetapi benaknya selalu berpikir kehidupan itu sejatinya untuk apa. Di “Hard to Say” ada lirik yang mempertanyakan makna kehidupan itu kepada Tuhan,” ujarnya.

Dalam dua karyanya tersebut, Noyushimi ingin mewakili perasaan manusia yang pastinya memiliki pertanyaan besar tentang pola kehidupan. Hard to Say merepresentasikan keresahan sedangkan Kieta merepresentasikan penerimaan.

Gitaris Noyushimi, Husain Rasis menambahkan masing-masing lagu memiliki karakter berbeda. Pada Hard to Say, beat lagu lebih cepat dan menggebu untuk menuangkan keresahan dan tanda tanya besar. Sedangkan Kieta dimainkan dengan beat lebih pelan dan pasti, karena menggambarkan penerimaan.

“Pesan yang ingin kami sampaikan dari dua lagu ini adalah mengenai kebesaran hati manusia yang harusnya dapat dipicu oleh diri sendiri tetapi mulai dilupkan di zaman modern ini,” kata Husain.

.

Noyushimi berharap, masyarakat luas dapat menerima karya-karya musik Noyushimi. Bahkan lagu-lagunya mendapatkan tempat di industri musik Jepang dan hingga bisa menjadi lagu tema anime.

MV (music video) Kieta dapat dinikmati di channel YouTube Noyushimi Band dan sudah tersedia di platform musik seperti Spotify, I Tunes, dan Amazon Music.

- Advertisement -
Musicoloidhttps://news.musicoloid.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -