26 C
Jakarta
Monday, September 27, 2021
- Advertisement -

More Time for Love: Harapan Baru Skastra untuk 2021

- Advertisement -

Tahun 2020 telah membawa begitu banyak hal baru pada semua orang. Nyata-nya, banyak dari kita yang akhirnya menjadi sengsara atas kondisi “Normal Baru” yang memaksa untuk melakukan perubahan-perubahan drastis.

“Normal Baru” ini memaksa semua orang untuk sibuk 24/7 karena akses terhadap apapun menjadi begitu mudah, termasuk pekerjaan, sehingga secara tidak sadar kita membawanya sampai tidur.

Orang mengira bahwa bekerja dari rumah akan jauh lebih mudah karena tidak ada waktu yang terbuang percuma. Namun, batasan antara pekerjaan dan kehidupan menjadi semakin kabur.

Isu ini yang melatarbelakangi More Time for Love tercipta. Banyak dari kita yang akhirnya lupa akan batas-batas waktu antara pekerjaan dan lainnya, terutama untuk diri sendiri, keluarga dan pastinya, cinta.

“Tahun 2020 itu tahun yang menyedihkan untuk banyak orang. Makanya di awal 2021 ini kita rilis lagu dengan suasana baru, yang mudah-mudahan bisa membuat ceria hati para pendengarnya,” ucap Adi Ahdiat, gitaris Skastra dan penulis lagu tersebut.

More Time for Love bercerita tentang pentingnya menyediakan lebih banyak waktu untuk cinta, karena keberadaannya, berkurang seiring waktu. Cinta dalam lagu ini melambangkan apapun yang pendengarnya inginkan. Bisa jadi cinta untuk diri sendiri, untuk menyediakan lebih banyak waktu, menikmati hobi atau sekadar untuk merenung, atau bisa jadi cinta untuk orang penting lainnya, seperti cinta untuk kekasih juga untuk keluarga. Bukankah menyenangkan jika kita bisa meluangkan waktu untuk beristirahat dan merenung, mencari lebih banyak waktu untuk cinta?

More Time for Love adalah lagu berbahasa Inggris pertama yang dirilis oleh Skastra, setelah sebelumnya selalu menjadikan Bahasa Indonesia sebagai lirik utama. Pada rangkaian rilis ini pula, Skastra akan menyertakan Video Clip yang bertema Keluarga untuk dirilis bersamaan dengan lagunya.

“Semoga di tahun 2021 ini kita bisa memanfaatkan lebih banyak waktu untuk segala sesuatu yang kita cinta,” ujar Faris Sutowijoyo, Trombonis Skastra.

Tentang Skastra:

Skastra adalah grup musik ska yang dibentuk akhir Oktober 2015 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Depok. Setelah berganti personel keluar-masuk beberapa kali, saat ini ada 8 anggota Skastra, yaitu Alduri Asfirna (vokal), Ibrahim Rahman (drum), Rasmana Raga (bass), Adi Ahdiat (gitar), Fazrin Mustakin (gitar), Hanung T. Wibawa (keyboard), Faris Sutowijoyo (trombone), dan Taufiq Alkatiri (trumpet).

Satu hal yang selalu muncul ketika orang menyebut ska adalah irama Jamaika yang serba cepat yang mendorong pendengarnya untuk menari dan menggerakan tubuhnya di lantai dansa. Berbeda dengan irama ska bertempo cepat pada umumnya, Skastra membawakan lagu-lagu ska yang mellow dan bertempo sedang. Skastra tidak mau membatasi karyanya dalam satu genre, sehingga musik Skastra mengusung sentuhan jazz, rocksteady, surf, keroncong dan pop.

- Advertisement -
Musicoloidhttps://news.musicoloid.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -