30 C
Jakarta
Monday, October 25, 2021
- Advertisement -

Salah Satu Produser Yang Meremix Adalah Vantage, Produser Asal Prancis Yang Terkenal Lewat Single “50//50”

- Advertisement -

Jakarta, 27 November 2020— Empat (4) produser dari dalam dan luar negeri terlibat dalam proyek remix lagu yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi pop legendaris, Utha Likumahuwa. Mereka adalah Vantage (Prancis), CVX, Pablo Cikaso, dan Munir. Karya mereka hadir di dalam rilisan dalam EP digital yang diberi nama Utha Likumahuwa – Sesaat Kau Hadir Remixes. Seluruh remixes dirilis melalui Warner Music Indonesia (WMI), dan dapat didengar di seluruh layanan streaming.

Utha Likumahuwa – Sesaat Kau Hadir Remixes: https://wmid.lnk.to/sesaatkauhadir

Sebelumnya, setiap remix dirilis secara berkala setiap hari Jumat, pada November 2020. “Sesaat Kau Hadir (Pablo Cikaso Remix)” dirilis 6 November lalu, sementara remix dari CVX diluncurkan seminggu setelahnya. Kemudian, tanggal 20 November lalu, Warner Music Indonesia merilis “Sesaat Kau Hadir (Munir Remix)”. Tepat hari ini (27/11), EP Sesaat Kau Hadir Remixes diluncurkan dalam satu paket, dengan menampilkan beberapa remix di atas, dan sebuah remix istimewa dari VANTAGE.

Dalam proses produksi yang dilakukan selama Oktober 2020, setiap produser diberi kebebasan untuk membangun ulang “Sesaat Kau Hadir”. Vokal ikonik Utha Likumahuwa menjadi identitas pada tiap remix, sementara gaya masing-masing produser ditonjolkan lewat aransemen dan sound yang mereka tawarkan. Sehingga, setiap remix memiliki warnanya tersendiri tanpa meninggalkan signature sang legenda di dalam karyanya.

Pihak keluarga almarhum Utha Likumahuwa menyambut baik inisiatif proyek yang digagas WMI ini. “[Ini] merupakan perubahan yang menyegarkan! Karyanya di-mix sempurna tanpa kehilangan sensasi vokal beliau. Kami bangga banget sama [karya] ini!,” tegas Abraham Likumahuwa, putra kandung sang legenda, Utha Likumahuwa.

Salah satu produser yang meremix adalah VANTAGE, produser asal Prancis yang terkenal lewat single “50/50

Vantage, salah satu produser yang meremix “Sesaat Kau Hadir”, adalah produser asal Prancis, berdomisili di Jepang, yang sebelumnya dikenal lewat hit 50//50.

Pertama kali merilis single tersebut di tahun 2015, Vantage kemudian merilis ulang “50//50” melalui Parlophone Records di bulan Agustus 2020 lalu. Di label tersebut, dia bernaung di label yang juga menaungi nama-nama seperti Blur, Pet Shop Boys, Gorillaz, Coldplay, sampai penampil kontemporer seperti Bebe Rexha, Elderbrook, dan Mac Miller.

Single50//50” yang dirilisnya mendapat total hampir 20 juta streams di Spotify saja. Lagu tersebut juga sempat viral di TikTok, dan mendapat banyak streams dan views dari benua Amerika dan Eropa.

Dalam wawancaranya dengan Frekuensi Antara, Vantage mengisahkan soal temuannya dengan musik Indonesia lewat lagu Utha Likumahuwa ini. “[Sebelumnya] saya sama sekali enggak terekspos oleh musik Indonesia. Kayaknya pernah sekali mendengarkan lagu Indonesia, karena punya teman yang pernah belajar di Indonesia, dan bisa berbahasa Indonesia. Dia menunjukkan beberapa musik, tapi enggak ada yang cukup berkesan.”

Namun, dia menambahkan kalau ketika mendengarkan lagu “Sesaat Kau Hadir” dari Utha Likumahuwa, dia berekspresi, “Wah, ini [jenis] lagu yang memang saya dengarkan!” Vantage juga berujar, “Ini jenis musik yang saya suka, jadi saya senang banget waktu tawaran untuk meremix lagu ini datang.”

Utha Likumahuwa – “Sesaat Kau Hadir (Vantage Remix)”: https://wmid.lnk.to/vantageremix

Tiga visual artists terlibat dalam penggarapan artwork, visualizers, dan video lirik “Sesaat Kau Hadir”

Sesaat Kau Hadir Remixes tak cuma hadir dalam bentuk musik, tapi juga sepaket visual yang memanjakan mata. Artwork dan 3D rendering digawangi oleh Okky Firmansyah. Video visualizer untuk remix ini diproduksi oleh seniman visual Henry “Batman” Foundation. Sementara animasi untuk video lirik dikerjakan oleh Alweenos. Seluruh visual saling berpadu, berbasis pada tema utama artwork yang dibuat oleh Okky Firmansyah.

Okky Firmansyah, seniman 3D yang bertanggung jawab me-render beberapa objek yang hadir di visualizer (juga mendesain sampul rilisan ini), mengakui kalau dia memang mengangkat estetika ala  ’80-an. “Proses kreatifnya; Mengombinasikan ciri khas gaya retro/vaporwave ala ’80-an dengan gaya surealis yang diolah melalui software grafik 3D,” jelas Okky.

Dia menginterpretasi singkat dari lirik lagu ini dengan menggambarkan seorang insan yang mencoba memilih jalannya yang baru di ruang harapan.

Henry Foundation adalah artis visual dan sutradara yang sebelumnya dikenal lewat video-video ‘edgy’ yang diproduksinya bersama The Jadugar. Pop Hari Ini mendeskripsikan The Jadugar sebagai “pengobrak-abrik video musik Indonesia”. Karya Henry bersama The Jadugar adalah berbagai video klip untuk grup-grup independen seperti The Adams, The Brandals, Mocca.

Untuk Sesaat Kau Hadir Remixes, Henry memiliki cara unik untuk meng-generate visual. “Ini memang sejalan dengan proyek visual yang sedang saya kerjakan akhir-akhir ini; Eksperimen dengan pita VHS.” Henry menambahkan bahwa cara ini cocok untuk gaya musik city-pop ala Utha Likumahuwa dan visual ala ’80-an dan ’90-an.

“Jadi saya bikin grafisnya, kemudian print visual tersebut ke pita VHS, karena saya memang ada alatnya. Jadi konsepnya, di-print ulang lewat VHS,” jelas Henry soal proses pembuatan visual. “Ternyata hasilnya cukup otentik; kualitas VHS asli dengan resolusi rendah. ‘Buruk’ tapi estetik; VHS-aesthetics.”

Di waktu yang sama, WMI juga merilis video lirik resmi “Sesaat Kau Hadir” yang merupakan kolaborasi artis visual 3D, Okky Firmansyah dengan Alweenos. Prosesnya diawali Okky yang me-render berbagai objek untuk artwork cover Sesaat Kau Hadir Remixes, lalu Alweenos meresponsnya dengan animasi yang advanced. Lewat video lirik ini, “Sesaat Kau Hadir” dikonsepkan sebagai mesin waktu untuk kembali mengenang era penting bagi musik Indonesia.

Visualizer Sesaat Kau Hadir Remixes dan video lirik resmi “Sesaat Kau Hadir” dapat ditonton di kanal resmi Warner Music Indonesia di Youtube.

Sesaat Kau Hadir Remixes adalah seri pertama Warner Music Indonesia dalam rangka kampanye peremajaan dan rekontekstualisasi musik lama Indonesia yang diberi nama: Lagu Mesin Waktu

Rilisan Sesaat Kau Hadir Remixes ini merupakan bagian pertama dari kampanye besar WMI yang diberi nama Lagu Mesin Waktu. Inisiatif ini memiliki misi untuk meremajakan dan merekontekstualisasi musik Indonesia dari masa lalu ke pendengar masa kini.

Seperti harapannya pada Sesaat Kau Hadir Remixes, program ini diharapkan Managing Director Warner Music Indonesia, Toto Widjojo, dapat ‘menghidupkan kembali’ lagu-lagu seperti “Sesaat Kau Hadir” di telinga generasi milenial dan yang lebih muda lagi.

Lagu Mesin Waktu adalah jalan bagi musik-musik dari dekade ’80 dan ’90-an untuk kembali mendapatkan tempat di tengah pendengar yang semakin muda, selalu berganti, dan haus akan referensi musik-musik terbaik Tanah Air.

Tentang “Sesaat Kau Hadir”

Lagu “Sesaat Kau Hadir” diciptakan oleh Boedi Bachtiar dan Adi Murdianto. Untuk pertama kalinya, Vokal Utha Likumahuwa direkam untuk lagu ini dalam momen Festival Lagu Populer Indonesia 1987. Rekamannya terdokumentasi dalam kompilasi 12 Lagu Unggulan Festival Lagu Populer Indonesia 1987 (Bulletin, 1987). Di album tersebut, “Sesaat Kau Hadir” adalah hit pertama.

Lewat lagu ini, Utha Likumahuwa mendapat gelar Penampil Terbaik Kedua di ASEAN Pop Song Festival 1989, di Manila. Bisa dibilang, “Sesaat Kau Hadir” merupakan lagu yang membawa Utha Likumahuwa berdiri di singgasana pop Tanah Air pada tahun ’80-an.

Lagu ini juga dipopulerkan penyanyi lain, di antaranya adalah Harvey Malaihollo dan Once Mekel.

Tentang Utha Likumahuwa

Utha Likumahuwa adalah penyanyi kelahiran Ambon, 1 Agustus 1955. Namanya mulai dikenal sejak merilis album Nada & Apresiasi pada tahun 1982 lewat Granada Records. Dia telah mendapatkan banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri, di antaranya ASEAN Pop Song Festival, Asia Pacific Singing Contest, sampai Asia Pacific Broadcasting Union/ABU Golden Kite World Song Festival.

Tentang Pablo Cikaso

Pablo Cikaso, produser asal Bandung bernama asli Raka Surya, dikenal sebelumnya lewat berbagai remixes yang dia produksi untuk The Adams, White Shoes & The Couples Company, dan Mondo Gascaro. Gaya khas Pablo Cikaso adalah mengemas ulang lagu kontemporer menjadi bergaya khas ’80-an.

Tentang CVX

CVX (Ikki Witjaksono) adalah produser muda asal  yang memiliki katalog singles segudang. Single terakhirnya adalah “Masa Remaja (feat. Skeletale)” dan Crawl (feat. Noni)” yang mendapat perhatian besar di kancah independen. CVX dikenal lewat produksinya yang versatile dan tidak terpaku dalam satu gaya musik.

Tentang Munir

Dikenal juga lewat proyek Midnight Runners, Munir terbiasa me-reedit lagu-lagu pop Indonesia menjadi dancefloor-friendly. Seri Nusantara Disco yang dirilis digital merupakan favorit bagi mereka yang mencintai lagu-lagu disko Indonesia. Munir juga dikenal sebagai DJ dengan jam terbang tinggi walau usianya muda. Setnya sempat disiarkan di berbagai radio online seperti NORRM Radio, NTS Radio, sampai mendapat slot spesial di Zodiac, Jakarta. Munir pun memiliki portofolio rilisan di beberapa label independen luar negeri seperti Darker than Wax, Dopeness Galore, dan No Bad Days.

- Advertisement -
Musicoloidhttps://news.musicoloid.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -