Today Alive rilis EP Kedua Bertajuk Self Reminder

0
161
Aliexpress WW

Fandi Akhmad (vocal), Romy Fatchurrozi (drum), Rizal Nandha (lead guitar) dan Trinanda Landang (Rhythm Guitar) adalah TDALV atau Today Alive, sebuah band pop punk dari Malang, mungkin salah satu yang paling bekerja keras dan rajin tour dan merilis materi, bersosialisasi dan bergerak. 

Fandi dikenal bergerak bersama Undisputed Crew dan kini disibukkan dengan media majalah cetaknya. Dia juga  dikenal sebagai salah satu pengusaha clothing line di Malang yaitu Morfeen, belum lagi pekerjaan regulernya di siang hari. Entah bagaimana manusia satu ini bisa menyempatkan untuk ngeband diantara kesibukannya.

Tapi, ternyata dua rilisan telah dihasilkan TDALV, yaitu EP Lies Of Time pada tahun 2016 dan Self Reminder pada 2019 ini. Tema – tema yang diangkat pun cukup membuat sendu seperti perenungan tentang waktu yang menipu, harapan, dan pengingat hidup tentang apa yang 

hidup akan mati, apa yang bersinar akan pudar, semua awal akan ada akhir. Bisa dibilang ada aroma tasawuf dalam tiap lagu Today Alive. 

Self Reminder sendiri berangkat dengan sound yang sedikit terpoles, hingga vokal yang nyaris tanpa fals, mungkin standar rekaman nasional yang perlu autotune. All Things Around membuka dengan dentuman bass dan tempo yang sedang, layaknya sebuah appetizer hangat 

yang akan kita nikmati. Walaupun sedikit terpeleset di pronounciation tapi tidak mengurangi nyamannya lagu ini, sehingga tidak perlu mengikuti sudah terhanyut sendiri. Kemudian berlanjut ke Mistakes yang nampaknya diawali dengan kunci yang sama dengan All 

Things Around, seakan menjadi sebuah medley yang beranjak d-beat dan kencang.

Mistakes juga menawarkan breakdown yang manis di menit – menit terakhir. Masuk track 3, adalah Senja Tanpa Warna, yang jika dibaca secara seksama, bisa – bisa mbrebes mili, karena ingat Orangtua, atau sesal akan dosa  – dosa kita ke Orangtua, sebuah kerinduan sekaligus optimisme bahwa kita bisa menjadi kebanggaan. 

Track selanjutnya menjadi track berbahasa Indonesia kedua dari Self Reminder, dengan judul Bersinar Memudar, sebuah perenungan akan hidup dan mati, awal dan akhir. Lalu masuk track bahasa inggris lagi berjudul If We Want, yang bercerita tentang progres, peralihan, perubahan dan perpindahan. Diiringi progresi aransemen yang cukup bertualang dan kompleks, membuat track ini menjadi fun untuk diputar di segala kesempatan berkendara maupun beraktifitas. 

Disdained menjadi penutup track track utama di album ini untuk kemudian dilanjutkan ke track bonus. Disdained juga menjadi salah satu track yang bernuansa resah/anxious, tentang rasa insecurity dan rasa lelah ditipu teman maupun dibohongi, memilih maju dengan senjata bernama “aku tidak peduli lagi” layaknya tank yang menembus parit – parit perang modern. 

Kemudian berlanjut track bonus pertama yaitu Kembali Bermimpi yaitu sebuah cover dari band Last Year, band Bali yang pernah tur dengan mereka. Dengan decentnya dibawakan dan aransemen yang terpoles dengan baik. Track bonus terakhir adalah versi akustik Senja Tanpa 

Warna, yang entah mengapa memberikan efek yaitu memperjelas vokal Fandi yang ternyata ada teriak abrasifnya di tengah – tengah lagu. Menjadikan akustik track ini semakin menohok di kala sendiri dan merenung atau menyesal. 

Overall dari sangat terpolesnya mixing mastering Self Reminder ini, Today Alive bisa menjadi radio friendly dan diterima dengan mudah. Namun disisi lain, reverb yang tebal malah sedikit menutupi scream kecil yang dry yang justru menambah rasa organiknya sebuah lagu Pop-Punk. Dari sisi konsep bermusik, influence yang mereka ambil seperti State Champs, Knuckle Puck maupun Real Friends tidak kentara dengan jelas disini dan ini membuktikan bahwa mereka berhasil menghasilkan sesuatu yang baru dari influence – influence mereka.

Finally bisa dikatakan bahwa ini adalah album yang paling matang secara materi dari Today Alive. Live on Today Alive! You Can Do It!