LEFAWIGI: Mengejar Cahaya Dalam Debut EP “Lights”

0
36

Setelah mengeluarkan single berjudul “Rise” pada pertengahan tahun 2017 silam lewat berbagai digital platform, LEFAWIGI mengawali tahun 2018 dengan meluncurkan debut extended play bertajuk Lights.

Lewat 4 lagu orisinil, band alternative / indie rock asal Jakarta Timur yang beranggotakan Falih Ryan (Bass), Haryo Wisnu (Drum), Idham Sadaqa (Gitar), dan Irfan Kurnia (Gitar/Vokal) ini bercerita tentang sisi lain percintaan dan kehidupan yang jarang dibahas lewat musik saat ini.

Lagu pertama berjudul “Drag Yourself Away” mengkisahkan tentang seseorang yang terjebak dalam beban berat abusive relationship dan sulit untuk “menyeret” dirinya keluar dari hubungan tersebut.

“Kita concern banget terhadap abusive relationship yang seringkali dialami perempuan maupun laki-laki. Gue sering banget denger cerita mereka dicerca, dipukul, bahkan dilecehkan sama pacarnya sendiri. Dan lebih parahnya, yang disalahin hampir selalu korbannya. Mudah-mudahan lewat lagu ini bisa buka mata kita kalau abusive relationship itu bisa jadi ada enggak jauh dari kita.” -Irfan (Vocalist)

“Rise” yang sudah dirilis lewat digital platform sebelumnya ditempatkan sebagai lagu kedua. Dari judulnya yang memiliki arti bangkit, lagu ini merupakan sebuah testamen akan keinginan untuk bangkit dari keterpurukan.

“Penggalan lirik ‘their lousy words won’t be a burden for me’ itu buat penyemangat kita sih. Lagu ini sebagai statement kalau kita bakal terus berkarya dan mengajak pendengarnya buat kejar mimpi mereka tanpa mempedulikan apa yang orang bilang, selama apa yang kita kejar itu positif dan bermanfaat bagi orang banyak.” -Idham (Guitarist)

Lagu ketiga dari extended play ini yang bertajuk “Chasing Lights” menceritakan keterpurukan seseorang dalam hidupnya. Namun seiring berjalannya waktu, muncul kesiapan dan ketegaran untuk bangkit dari jurang tersebut.

“Arus berita yang overloaded, sosial media, dan semakin tingginya tuntutan gaya hidup jadi masalah yang bisa dibilang cukup unik di generasi kita. Lagu ini mengajak temen-temen untuk meng-’embrace’ tantangan-tantangan itu dan bangkit dari keterpurukan.” -Wisnu (Drummer)

“Take Me Home” menjadi penutup pada mini album band yang sudah dibentuk sejak tahun 2010 ini. Lagu ini mencari arti ‘rumah’ yang hilang seiring bertambah tuanya seseorang.

“Pengalaman gue pribadi setelah 4 tahun lebih kuliah di luar kota membuat kota asal gue entah kenapa serasa asing, semua berubah. Namun dari lagu ini, dan seiring bertambah dewasanya kita, kita sadar bahwa ‘rumah’ itu nantinya bukan lagi sebuah tempat fisik, melainkan seseorang.” -Falih (Guitarist)

Materi-materi dari mini album Lights ditulis oleh Irfan Kurnia (Vocalist) dan diaransemen oleh Irfan Kurnia dan Haryo Wisnu (Drummer) di Jakarta. Kemudian lagu-lagu tersebut direkam, mixed, dan mastered di Rambpage Records, Surabaya. Artwork mini album dibuat oleh Irfan Kurnia.

Proses pengerjaan mini album ini memakan waktu kurang lebih 2 bulan, terbilang cukup tergesa-gesa karena kendala geografi dimana Irfan dan Falih masih melakukan studi di Semarang dan Surabaya serta LEFAWIGI perlu merampungkan materi untuk segera melakoni panggung-panggung mendatang terutama setelah Ramadhan 2018.

Setelah meluncurkan Lights, LEFAWIGI berencana untuk melakukan serangkaian shows di Jabodetabek bersama musisi-musisi independen Jabodetabek yang tergabung dalam komunitas IndieFest Project.

Lights dapat didengarkan di digital platform iTunes, Apple Music, Spotify, Tidal, iHeartRadio, Deezer, dan 150+ toko musik digital lainnya.

LEFAWIGI ON SOCIAL MEDIA