Weekenders Agogo Merilis Single Kedua di Tahun 2018

0
77

Lagi-lagi, Weekenders Agogo merilis single beserta klip video. Kali ini, mereka merilis “Majas”, bentuk dedikasi untuk laki-laki yang kerap mengalami kesulitan dalam mengungkapkan alasan mencintai kekasihnya. Artinya, grup  nu school jamaican asal Semarang tersebut memiliki lima lagu sejak terbentuk pada 2016 lalu. Sebelumnya, mereka telah merilis “Aku, Kau, & Pagi”, “Senyumkan Dunia”, “Stasiun Kota”, dan “Gadis Pembenci Hujan”. Semuanya pun juga diproduksi lengkap dengan klip videonya.

Adit (vokal), Ijan dan Farras (rap), Kun (gitar), Bajas (gitar), Lutfan (bas), Benjis (kibor), Jomes (trumpet), Refi (saxofon), Cipo (trombon), dan Bayu (dram) pun tampaknya belum berniat menggarap satu album penuh maupun album mini. Terlebih, sebelumnya Adit sempat mengatakan bahwa konsep yang diusung oleh Weekenders Agogo memang seperti itu—merilis single sekaligus klip videonya tiap 3 bulan sekali.

“Bukan untuk album atau apa pun, termasuk lagu baru ini,” ujar Adit.

Untuk “Majas”, Weekenders Agogo masih berkutat pada tema percintaan. Dengan lirik yang lugas, sepertinya lagu ini akan mudah diterima. Apalagi, hal itu dibalut dengan nada yang mengingatkan kepada masa lalu, dekade 1980-an. “Temanya memang renyah. Saya pikir, liriknya memang berlebihan sehingga saya beri judul seperti itu. Musiknya pun dibuat begitu saja, tidak mencontoh ini atau itu,” tambah Adit.

Farras berujar, klip video “Majas” direkam di sebuah kampung yang merupakan sentra batik di Kota Semarang. Namun, antara lagu dan klip video, keduanya tidak memiliki keterkaitan. “Pengambilannya one take, one shot. Videonya juga kontras, dalam arti tidak berhubungan dengan lagu. Kami juga melibatkan salah satu pengrajin batik sebagai model, beliau sangat membantu,” katanya.

Jika hari ini banyak grup merilis album (mini) untuk menunjukkan eksistensinya, hal itu tidak berlaku bagi Weekenders Agogo. Barangkali, mereka memang ingin menciptakan pasar dengan caranya sendiri, yakni dengan merilis single sekaligus klip video, seperti halnya grup maupun penyanyi pada dekade 1990-an. (*)