Pure Saturday, Band Indie Pertama Karya Anak Indonesia

0
149

Pure Saturday yang merupakan band asal Bandung ini merupakan band indie pop pertama di Indonesia yang berhasil membuka jalur musik indie di tanah air yang kemudian diikuti dengan PAS band, Puppen, Rumah Sakit, Scene dan sebagainya.

Pure Saturday beranggotakan Satrio NB pada vokal, Muhammad Suar Nasution sebagai mantan vokal dan gitar, Arief Hamdani pada gitar, Ade Purnama pada bass, Yudistira Ardinugraha pada drum dan juga Aditya Ardinugraha pada gitar.

Sejarah Pure Saturday

Band ini secara resmi terbentuk pada tahun 1994 yang terbentuk karena sekedar mengisi waktu luang, sedangkan tempat berkumpul yang digunakan adalah gudang rumah, rumah suar serta gudang bekas pabrik yang dijadikan tempat pembuatan band sekaligus proses pembuatan lagu.

Dari kegiatan mengisi waktu inilah akhirnya mereka membuat lagu dan menemukan kecocokan antara tiap personil. Saat tahun 1992, Pure Saturday masih memakai nama “Tambal Ban” yang kemudian di rubah sebab tidak memiliki makna yang jelas dan terlalu pasaran, khususnya karena mereka ikan mengikuti Festival Musik Unplugged di tahun 1994 tersebut. Nama Pure Saturday sendiri juga diciptakan dengan spontan yang digunakan sebab Sabtu menjadi hari latihan mereka dari mulai pagi sampai menjelang subuh.

Pada tahun yang sama, Pure Saturday berhasil memenangkan Festival Musik Unplugged Jawa dan DKI dalam kategori umum dengan lagu ciptaan mereka berjudul “Enough”. Sejak kemenangan tersebut, Pure Saturday semakin giat untuk membuat lagu dan mulai banyak dikenal oleh para penggemar musik Bandung.

Di hampir setiap acara yang di gelar di Kota Kembang tersebut, Pure Saturday selalu diundang untuk mengisi acara. Tidak hanya sekedar mengisi banyak acara, namun Pure Saturday juga turut hadir ke beberapa stasiun radio Bandung. Dengan semakin dikenalnya band ini, Ambari memiliki ide untuk membuat album Pure Saturday lewat jalur indie label dan pada saat tersebut manager mereka adalah adik Yuki vokalis PAS.

Album Pertama Pure Saturday

Album perdana dari Pure Saturday ini digarap dengan independen dan dipasarkan dengan memanfaatkan mail order di sebuah majalah remaja Jakarta. Pure Saturday membuat sebanyak 5 ribu kopi dan sesudah beberapa bulan kemunculan album tersebut, ada seorang produser rekaman yang tertarik pada mereka dan kemudian membuat kontrak Ceepee Production.

Lagu pada album pertama Pure Saturday berjumlah 8 lagu yakni Silence, Kosong, A Song, Desire, Simple, Enough, Open Wide dan Coklat. Album ini mendapatkan respon positif sebab dinilai sebagai band yang fresh serta tidak mengikuti trend musik yang sedang ada. Di saat berbagai musik aliran keras sedang booming, Pure Saturday justru membuat lagu yang lebih slow namun tetap gahar.

Dengan kegiatan bermusik yang mereka geluti, membuat sekolah mereka jadi terlupakan dan kemudian mereka ingin menyelesaikan sekolah mereka dulu. Akan tetapi, keadaan tersebut membuat mereka tidak dapat membuat lagu serta berkumpul. Dengan waktu yang sangat terbatas, mereka kemudian membuat beberapa komposisi yang akhirnya bisa selesai dan masuk ke studio rekaman dan selesai di tahun 1999. Sedangkan untuk album kedua Pure Saturday dikontrak oleh PT. Aquarius Musikindo yang albumnya diberi judul “Utopia”.

Suar Hengkang Dari Pure Saturday

Suar yang disibukkan dengan urusan keluarga serta bisnis yang dijalankan, secara otomatis juga membuat Pure Saturday hilang dari musik Indonesia. Suar yang menjadi vokalis lalu meninggalkan Pure Saturday tahun 2004. Setelah beberapa saat, akhirnya Satria atau akrab dipanggil dengan Iyo tersebut mengisi posisi vokalis. Dengan vokalis baru tersebut, mereka kemudian merilis album ketiga bertajuk Elora pada tahun 2005 dibawah Fastforward Records.

Hingga saat ini Pure Saturday tercatat sudah berhasil mengalurkan sebanyak 5 album, dimana album terakhir yakni “Grey” dirilis pada tahun 20122 yang menjadi tanda kembalinya Pure Saturday ke kancah musik Indonesia sesudah sebelumnya vakum setelah meluncurkan album ke-4 mereka.

Dalam album “Grey” memiliki 11 buah lagu yakni Centennial Waltzes, The Horsemen, Lighthosue, Musim bersakhir, starlight, Utopian Dream, The Air The Empty Sky, Passepartout, To The Edge, Albatross [Candlelit & Moonshine – Embrace] serta Dream A New Dream.