5 Band Indie asal Yogyakarta yang Eksis Hingga Saat Ini

0
374
band indie

Sebagai kota pelajar, Yogyakarta adalah tempat bertemunya banyak pelajar berbakat dari seluruh daerah di Indonesia. Beberapa di antara mereka berkumpul dan memutuskan membentuk sebuah band. Banyak di antaranya yang memilih jalur indie, karena dianggap lebih mewakili jiwa muda yang bebas. Inilah beberapa band lokal Yogyakarta yang memilih berkarya di jalur indie.

Something Wrong

Nama besar Something Wrong tak terelakkan lagi. Terbentuk sejak 1997 dan tetap memilih jalur indie, Something Wrong menjadi salah satu band yang mempunyai basis penggemar hingga ke pelosok Yogyakarta. Band beraliran hardcore ini menjadi ikon jiwa muda yang pemberontak, lugas, dan tegas. Something Wrong telah merilis paket boxset album Nesu (2012). Uniknya, meski berirama keras tapi lagu-lagu Something Wrong di album ini semua menggunakan bahasa Jawa.

FSTVLST

FSTVLST (baca: Festivalist) adalah wajah-wajah lama di ranah indie kota Yogyakarta. Terbentuk di tahun 2003 dengan nama Jenny, band ini mendapat tempat istimewa di hati para penggemar musik rock. Tahun 2009, masih dengan nama Jenny, band ini merilis album perdananya berjudul Manifesto dengan lagu andalan Manifesto Postmodernisme dan Mati Muda. Dua lagu yang selalu berhasil menyulap area konser menjadi paduan suara massal di setiap penampilan mereka. Tahun 2011, Jenny berganti nama menjadi FSTVLST sebagai bentuk penghargaan kepada dua personel Jenny yang hengkang. Kini dengan nama FSTVLST, Farid Stevy Asta (vokalis) cs kembali menghentak panggung rock indie dengan album terbarunya Hits Kitscht.

Stars And Rabbit

Duo Elda dan Aldi ini ibarat mutiara dari Yogyakarta. Tak banyak yang tahu bila Elda sebelumnya adalah vokalis dari grup band rock EVO. Terbentuk sekitar tahun 2011, karakter vokal Elda yang sangat khas sukses membawa band beraliran pop dengan sentuhan irama folk ini dilirik banyak pihak. Meski jarang terekspos media dan terkesan misterius, Stars and Rabbit selalu menarik banyak penonton di setiap konsernya.

Aurette And The Polska Seeking Carnival (AATPSC)

Band yang dibentuk tahun 2012 oleh segerombolan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menghentak publik sejak pertama kali kemunculannya. Dengan lagu-lagu berirama folk bak karnaval, AATPSC selalu berhasil membuat carnivalse – sebutan untuk pendengar AATPSC – bergoyang bersama. AATPSC telah merilis sebuah album Self Titled berisikan 7 lagu dalam berbagai format seperti kaset pita, cakram padat, dan piringan hitam. Sayang, AATPSC memutuskan untuk bubar awal tahun 2014 lalu karena para personelnya ingin kembali ke dunia akademis.

Summer in Vienna

Beranggotakan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta, band beraliran pop yang mudah diingat ini sukses meramaikan panggung indie Kota Gudeg. Summer in Viena baru saja merilis album perdananya berjudul Shallow Lagoon Holidays. Band beranggotakan lima orang ini juga masuk dalam album kompilasi musisi indie Yogyakarta yang baru saja dirilis oleh label rekaman milik band Shaggydog, Doggyhouse Records.

Itu tadi beberapa band indie asal Yogyakarta yang eksis hingga saat ini. Mana nih idola kamu?